Tiga Maskapai Penerbangan Lokal Butuh Bantuan Investor

Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa ada tiga maskapai penerbangan yang saat ini sedang menanti bantuan dari investor baru karena mengalami kesulitan finansial. Ketiga maskapai penerbangan itu antara lain Merpati Nusantara Airlines, Sky Aviation, dan Tigerair Mandala.
“Sky Aviation berhenti operasi menunggu investor, sudah diberikan peringatan dari kelaikan. Kalau sekian bulan tidak terbang akan dibekukan izin, tapi sekarang belum. Merpati berhenti menunggu suntikan dana atau calon investor. Mandala sedang tunggu investor. Mandala akhir bulan ini keputusan investornya,” ungkap Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmodjo.
Djoko menuturkan, saat ini Air Operator Certificate (AOC) Merpati sudah dibekukan. Jika hingga Februari tahun depan AOC ini tidak diurus, maka Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) maskapai penerbangan ini juga akan mati dengan sendirinya, sehingga Merpati tidak akan bisa beroperasi kembali. “Satu tahun tak terbang izin usaha mati dengan sendiri sampai Februari tahun depan. Kalau dia sudah dapat investor, suntikan dana hidupkan lagi AOC nya,” katanya.

Baca selengkapnya : indo-aviation.com

Badan Pesawat Wings Air Robek Saat Mendarat di Juanda

Lantaran diduga terkena bor yang ada di ujung landasan Bandara Juanda, Surabaya, kulit atau badan pesawat Wings Air bagian bawah mengalami robek saat mendarat, Rabu lalu.
Sobeknya kulit pesawat ATR 72-600 dengan registrasi PK-WGK itu itu terjadi di di dua titik, pada bagian depan , tepatnya di dekat roda. Untungnya, tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan tersebut.
Yuris, humas PT Angkasa Pura I membenarkan kejadian tersebut. “Memang benar terjadi accident di Juanda,” tutur dia seperti dilansir detik.com.
Perlu diketahui, pada Rabu 11 Juni pukul 01.00 WIB memang ada pekerjaan penambalan runway di Bandara Juanda dan baru dibersihkan dari runway pukul 04.00 WIB-04.30 WIB.
Runway dinyatakan bersih pukul 05.00 WIB dan pukul 06.20 WIB, Wings Air IW 1861 dari Lombok.
“Sesuai info airline ada FOD (Foreign Object Damage/ benda asing yang bisa menghancurkan) di runway, tapi pilot ambil keputusan untuk tetap mendarat. FOD diidentifikasi berupa alat bor yang tertinggal dari pekerjaan penambalan runway,” tutur dia.

Sumber berita : indo-aviation.com

Citilink Indonesia Belum Pasti Caplok Tigerair Mandala

Anak perusahaan Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, santer dikabarkan menjadi calon investor yang paling berpeluang mengakuisisi Tigerair Mandala. Namun, kini malah kabar itu malah ditampik langsung oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar yang mengatakan bahwa Citilink sedang fokus dalam operasinya di Bandara Halim Perdanakusuma.

Emirsyah Satar mengakui bahwa Tigerair Mandala sedang dalam krisis keuangan dan mencari investor baru agar perusahaan tetap hidup. Dia juga tidak mengelak adanya tawaran kepada Citilink maupun Garuda Indonesia sebagai investor di Tigerair Mandala. Meskipun demikian, pihaknya masih melakukan berbagai pertimbangan dan belum tentu masuk sebagai investor.

“Kalau ada kesempatan, kami pelajari. Sampai saat ini belum ditentukan. Bukan hanya Citilink, tapi juga Garuda. Kami salah satu dari beberapa calon investor. Kami sudah kaji, tapi menurut kami belum optimal, masih tergantung,” kata Emirsya Satar seperti dilansir Liputan6.com.

Baca cerita lengkap: indo-aviation.com

Link